Sejak harga BBM premium naik lagi dari Rp 6500,- menjadi Rp
8.500,- pada minggu ini. Tawaran dan iklan alat-alat yang katanya bisa
menghemat BBM semakin marak. Banyak website yang memasang iklan alat-alat
tersebut.
Kalaulah
memang ada alat yang bisa menghemat BBM, mengapa para produsen otomotif
terkenal tidak melengkapi kendaraan produksi mereka dengan alat itu? inilah
tanda tanya besar yang ada di benak penulis. Semua produk atau alat yang
ditawarkan hanya berupa alat elektrolisa atau alat yang bisa mengubah aior
menjadi hidrogen.
Alat
elektrolisa ini bukanya menghemat BBM, malah memperpendek umur baterai karena
proses dari elektrolisa itu menguras arus listrik dari baterai atau AKI.
Walaupun AKI mengalai pengisian dari mesin kendaraan namun alat elektrolisa ini
memaksa baterai mensuplai arus listrik yang berlebih untuk proses pengubahan
air menjadi hidrogen.
Hati-hati
juga dalam pemasangannya, salah-salah air yang ada malah masuk ke ruang bakar
dan membuat mesin menjadi korosi atau berkarat dan akhirnya mesin menjadi
rusak.
Jadi
hati-hatilah. jangan langsung percaya dengan alat atau bahan yang katanya bisa
menghemat BBM. Semua iklan yang ada di internet selalu mengiming-imingi hal-hal
yang kadang tak masuk akal dan hanya menjanjikan sesuatu yang kelihatannya
mudah dan instan tapi isinya hanya sebuah hoax dan tipuan. Alih-alih bisa
menghemat BBM malah kendaraan kita yang rusak.









0 komentar:
Posting Komentar