Selasa, 30 Oktober 2012
TOKEN TOPELEVEN
Bagi yang ingin mendapatkan token untuk bermain Top Eleven secara gratis, nih aku kasih caranya:
1. Login ke http://www.topeleven.com/
2. Setelah itu klik tab Win Tokens
3. Kemudian ada 5 logo, pilih salah satu dan cari yang free
4. Disitu terdapat beberapa token gratis dengan jumlah reward yang berbeda (Biasanya kamu akan disuruh untuk melakukan survey ataupun download file untuk mendapatkan token tersebut). Jumlah token yang didapat tergantung tingkat kesulitannya, semakin sulit semakin banyak token yang didapat.
5. Ikuti petunjuk yang ada mendapatkan token tersebut, dan jika berhasil maka hadiah token akan jadi milikmu.
untuk mecari token agar dapat banya anda bisa menghunting lewat hss dan sejenisnya.
SELAMAT MENCOBA
1. Login ke http://www.topeleven.com/
2. Setelah itu klik tab Win Tokens
3. Kemudian ada 5 logo, pilih salah satu dan cari yang free
4. Disitu terdapat beberapa token gratis dengan jumlah reward yang berbeda (Biasanya kamu akan disuruh untuk melakukan survey ataupun download file untuk mendapatkan token tersebut). Jumlah token yang didapat tergantung tingkat kesulitannya, semakin sulit semakin banyak token yang didapat.
5. Ikuti petunjuk yang ada mendapatkan token tersebut, dan jika berhasil maka hadiah token akan jadi milikmu.
untuk mecari token agar dapat banya anda bisa menghunting lewat hss dan sejenisnya.
SELAMAT MENCOBA
Minggu, 28 Oktober 2012
Impor semakin merajai
MedanBisnis –Medan. Ketua Desa Pimpinan
Wilayah Serikat Petani Indonesia Sumatera Utara (Sumut), Wagimin
mengatakan, sebagai negara agraris Indonesia dihadapkan kepada situasi
yang menyedihkan. Memiliki lahan yang luas namun masih harus impor
pangan dalam jumlah besar.
"Dari 2009 - 2011, total
impor komoditas pangan naik dua kali lipat dari 7,7 juta ton menjadi
15,3 juta ton," katanya kepada MedanBisnis, Selasa (16/10) di Medan
dalam Seminar Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-32, yang diselenggarakan
di Aula Mess balai Besar Karantina Pertanian, Medan. Dalam kasus gandum dan kedelai misalnya, ketergantungan Indonesia masih sangat besar dari impor. Namun kata dia, pemerintah mengatakan bahwa Indonesia masih aman dari krisis pangan dan mencanangkan program swasembada pangan meskipun di sisi lain impor beras masih saja terjadi.
"Sangat menyedihkan sebagai negara agraris tetapi masih saja harus impor komoditas pangan," katanya.
Dikatakannya, situasi yang dihadapi petani juga tidak kalah kompleksnya. Hingga saat ini banyak petani yang memiliki lahan pertanian kurang dari setengah hektare. Dengan luasan lahan yang sempit, petani akan sulit meningkatkan kesejahteraannya. Lebih dari itu, banyak petani yang mengalami konflik dengan perampasan lahan oleh pihak perkebunan.
Menurutnya, ketahanan pangan hanya bisa terwujud jika pembaharuan agraria dilaksanakan dengan serius. "Pembaruan agraria menjadi poin penting untuk mewujudkan kedaulatan pangan," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumut Setyo Purwadi mengatakan untuk mewujudkan ketahanan pangan harus mampu mengurangi ketergantungan bahan pangan dari impor.
Hal yang paling bijak adalah memulai menkonsumsi sumber pangan lokal dengan tidak kalah dalam sisi kualitas. “Dengan mengkonsumsi sumber pangan lokal, dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani,” jelas Purwadi. (dewantoro)
sumber.bisnis.com
Rabu, 24 Oktober 2012
Ebook Chairul Tanjung (si anak singkong)
Buku
karya penulis buku ini diberi judul si anak singkong karena saat masih
anak-anak chairul sering diejek teman-temannya dengan sebutan anak
singkong yang artinya anak kampungan, tapi kini kenyataannya si anak
singkong telah berubah menjadi seorang pengusaha yang luar biasa. menjadi seorang tokoh yang luar biasa.
Di bawah para group, Chairul Tanjung memiliki sejumlah perusahaan di berbagai bidang diantaranya :
- Mega Corpora
- Perbankan
- PT Bank Mega Tbk (Bank Mega)
- PT Bank Syariah Mega Indonesia (Bank Mega Syariah)
- Asuransi
- PT Asuransi Jiwa Mega Life
- PT Asuransi Umum Mega
- Pasar modal
- PT Mega Capital Indonesia
- Pembiayaan
- PT Para Multifinance
- PT Mega Auto Finance
- PT Mega Central Finance
- Perbankan
- Trans Corp
- Trans Corpora Media
- PT Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV)
- PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (Trans7)
- PT Agranet Multicitra Siberkom (DetikCom)
- PT Trans Lifestyle
- PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk
- PT Trans Fashion
- PT Trans Mahagaya
- PT Mahagaya Perdana (Prada, Miu Miu, Tod’s, Aigner, Brioni, Celio, Hugo Boss, Francesco Biasia, Jimmy Choo, Canali, Mango)
- PT Trans Mahagaya
- PT Trans F&B
- PT Trans Coffee (The Coffee Bean & Tea Leaf)
- PT Trans Ice
- PT Naryadelta Prarthana (Baskin Robbins)
- PT Metropolitan Retailmart (Metro department store)
- PT Trans Airways
- PT Trans Rekan Media
- PT Trans Entertainment
- PT Trans Property
- PT Para Bandung Propertindo (Bandung Supermal)
- PT Batam Indah Investindo
- PT Karya Data Mandiri
- PT Mega Indah Propertindo
- PT Para Bali Propertindo
- PT Trans Studio
- PT Trans Kalla Makassar (Trans Studio Resort Makassar)
- Trans Studio Resort Bandung
- PT Trans Retail
- PT Carrefour Indonesia
- Trans Corpora Media
- PT CT Global Resources
- PT Para Inti Energy
- PT Para Energy Investindo
- PT CT Agro
- PT Kaltim CT Agro
- PT Kalbar CT Agro
- PT Kalteng CT Agro
- PT Arah Tumata
- PT Wahana Kutai Kencana
Riwayat Pendidikan
Berikut selengkapnya latar belakang pendidikan seorang Chairul Tanjung.
SD Van Lith, Jakarta (1975)
SMP Van Lith, Jakarta (1978)
SMA Negeri I Boedi oetomo, Jakarta (1981)
Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (1987)
Executive IPPM (MBA; 1993)
Untuk selengkapnya beli buku Di gramedia
yang mau baca ebooknya klik dibawah ini
Selasa, 23 Oktober 2012
Minggu, 21 Oktober 2012
Penelitian dan jenis penelitian
Penelitian sudah barang tentu tidak asing
lagi di telinga kita, apa saja sih ruang lingkup penelitian itu? nah disini
coba saya jabarkan.
Penelitian (riset, research)
merupakan penyelidikan suatu masalah secara sistematis, kritis, ilmiah, dan
lebih formal. Penelitian bertujuan untuk menemukan, mengembangkan, atau menguji
kebenaran suatu pengetahuan yang memiliki kemampuan deskripsi dan/atau
prediksi.
Kerja penelitian umumnya terdiri
dari beberapa langkah utama, yaitu : melakukan kajian terhadap permasalahan,
melakukan kajian teoritik dari permasalahan untuk kemudian secara deduksi
dirumuskan menjadi hipotesis dari masalah yang dihadapi, mengumpukan data
empirik guna pengujian hipotesis, mengadakan uji hipotesis, dan menarik
kesimpulan.
secara umum, penelitian dibagi atas
dua jenis, yaitu penelitian dasar dan penelitian terapan.
a). Penelitian Dasar (Basic
Research)
Penelitian
dasar atau penelitian murni adalah pencarian terhadap sesuatu karena ada
perhatian atau keingintahuan terhadap hasil suatu aktivitas. Penelitian dasar
dikerjakan tanpa memikirkan ujung praktis atau titik terapan. Hasil dari
penelitian dasar adalah pengetahuan umum dan pengertian-pengertian tentang atau
serta hubungan-hubungan. Pengetahuan umum ini untuk memecahkan masalah-masalah
praktis, jadi tidak memberikan jawaban yang menyeluruh untuk tiap masalah
tersebut.
b). Penelitian Terapan
Penelitian
terapan adalah penyelidikan yang hati-hati, sistematik dan terus-menerus
terhadap suatu masalah dengan tujuan untuk digunakan dengan segera pada
keperluan tertentu. Hasil penelitian tidak perlu sebagai suatu penemuan yang
baru, tetapi merupakan aplikasi baru dari penelitian yang telah ada.
Penelitian terapan memilih masalah
yang ada hubungannya dengan keinginan masyarakat serta untuk memperbaiki praktek-praktek
yang ada. Penelitian terapan diharapkan hasilnya diperoleh dalam waktu
dekat/secepatnya, karena bila penelitiannya cukup lama maka diragukan hasilnya
sudah kadaluarsa.
Penelitian Kuantitatif dan
Penelitian Kualitatif
Penelitian
adalah suatu proses mencari suatu kebenaran yang menghasilkan dalil atau hukum.
Dalam hal lain bahwa penelitian merupakan suatu proses untuk memecahkan masalah
berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan. Dlam permasalahan penelitian ini
ada dua bentuk dalam teknik penelitian ini yaitu penelitian kuatitatif dan
penelitian kualitatif.
a). Penelitian Kuantitatif
Penelitian
kuantitatif adalah penelitian ilmiah. Oleh karena itu penelitian ini
menggunakan metode ilmiah yang memiliki kriteria seperti: berdasarkan fakta,
bebas prasangka, menggunakan prinsip analisa, menggunakan hipotesa, menggunakan
ukuran objektif dan meggunakan data kuantitatif atau yang dikuantitatifkan.
Adapun langkah-langkah dalam penelitian ini menurut Suharsimi Arikunto
(1993) adalah sebagai berikut:
1)
Memilih masalah,
2)
studi
pendahuluan,
3)
Merumuskan
masalah
4)
Merumuskan anggapan
dasar
5)
memilih pendekatan
6)
Menentukan variabel
dan sumber data,
7)
Menentukan dan
menyusun instrument,
8)
Mengumpulkan data,
9)
Analisis data,
10)
Menarik
kesimpulan,
11)
Menulis laporan.
Langkah 1 sampai 7 adalah rencana penelitian, langkah 8 sampai 10 adalah
pelaksanaan penelitian dan langkah 11 adalah pembuatan penelitian.
b). Penelitian Kualitatif
Penelitian
dengan meggunakan metode kualitatif merupakan penelitian yang bersifat non
ilmiah yang datanya bersifat kualitatif. Penelitian ini bukan penelitian ilmiah
tetapi penelitian yang bersifat alamiah. Penelitian kualitatif memiliki
ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan penelitian jenis lainnya.
Ciri-ciri tersebut diantaranya adalah:
1)
Berdasarkan
alamiah,
2)
Manusia sebagai
instrument,
3)
Modelnya
kualitatif,
4)
Analisis datanya
secara induktif,
5)
Teori dari dasar
6)
Deskriptif,
7)
Lebih mementingkan
proses daripada hasil,
8)
Adanya batas yang
ditentukan oleh fokus,
9)
Adanya kriteria khusus
untuk keabsahan data, dan
10)
Desain penelitian
dibandingkan dan disepakati bersama
Jumat, 19 Oktober 2012
Berapa keuntungan Pabrik PKS
BERAT : Gross = berat truk + beratTBS
Bruto = berat TBS + berat potongan
Netto = berat bersih
Contoh ; satu unit truk tbs mempunyai berat sbb :
Gross = 10 ton
Bruto = 8 ton
11 ton → prediksi berat bruto tbs adalah 8 ton
Berapa rendemen CPO ?
Jawab :
Target pabrik adalah 22% rendemen untuk CPO
Prediksi rendemen CPO dari truk tersebut adalah 20%
Kekurangan dari target tersebut adalah 2%.
5 kg tbs = 1 kg CPO
Jadi 2% CPO = 10 kg tbs
Berapa tbs yang harus dipototng untuk mendapatkan target perusahaan?
Jawab : 10% x 8 ton
= 800 kg tbs yang harus dipotong
Jadi netto tbs setelah ditimbang adalah 7200 kg
jadi dari 7200kg netto TBS di perkirakan CPO sekitar 1440 kg.
Selasa, 09 Oktober 2012
Penanaman Dan Perawatan Kelapa Sawit (Elais Quinensis Jack)
PENDAHULUAN
Kelapa
sawit (Elaeis) adalah tanaman perkebunan penting penghasil minyak makanan,
minyak industri, maupun bahan bakar nabati (biodiesel). Indonesia adalah
penghasil minyak kelapa sawit kedua dunia setelah Malaysia. Diperkirakan pada
tahun 2009, Indonesia akan menempati posisi pertama produsen sawit dunia. Untuk
meningkatkan produksi kelapa sawit dilakukan kegiatan perluasan areal
pertanaman, rehabilitasi kebun yang sudah ada dan intensifikasi. Pelaku
usahatani kelapa sawit di Indonesia terdiri dari perusahaan perkebunan besar
swasta, perkebunan negara dan perkebunan rakyat. Usaha perkebunan kelapa sawit
rakyat umumnya dikelola dengan model kemitraan dengan perusahaan besar swasta
dan perkebunan negara (inti – plasma). Khusus untuk perkebunan sawit rakyat,
permasalahan umum yang dihadapi antara lain rendahnya produktivitas dan mutu
produksinya.
Produktivitas kebun sawit rakyat rata-rata 16 ton
Tandan Buah Segar (TBS) per ha, sementara potensi produksi bila menggunakan
bibit unggul sawit bisa mencapai 30 ton TBS/ha. Produktivitas CPO (Crude Palm
Oil) perkebunan rakyat hanya mencapai rata-rata 2,5 ton CPO per ha dan 0,33 ton
minyak inti sawit (PKO) per ha, sementara di perkebunan negara rata-rata
menghasilkan 4,82 ton CPO per hektar dan 0,91 ton PKO per hektar, dan
perkebunan swasta rata-rata menghasilkan 3,48 ton CPO per hektar dan 0,57 ton
PKO per hektar.
Salah
satu penyebab rendahnya produktivitas perkebunan sawit rakyat tersebut adalah
karena teknologi produksi yang diterapkan masih relatif sederhana, mulai dari
pembibitan sampai dengan panennya. Dengan penerapan teknologi budidaya yang
tepat, akan berpotensi untuk peningkatan produksi kelapa sawit.
PEMBAHASAN
TEKNIK
PENANAMAN
Penentuan
Pola Tanam
Pola
tanam kelapa sawit dapat monokultur ataupun tumpangsari. Pada pola tanam
monokulltur, sebaiknya penanaman tanaman kacang-kacangan (LCC) sebagai tanaman
penutup tanah dilaksanakan segera setelah persiapan lahan selesai. Tanaman
penutup tanah (legume cover crop atau LCC) pada areal tanaman
kelapa sawit sangat penting karena dapat memperbaiki sifat-sifat fisika, kimia
dan biologi tanah, mencegah erosi, mempertahankan kelembaban tanah dan menekan
pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma). Sedangkan pada pola tanam tumpangsari
tanah diantara tanaman kelapa sawit sebelum menghasilkan dapat
ditanami
tanaman ubi kayu, jagung atau padi.
Pengajiran
Maksud
pengajiran adalah untuk menentukan tempat yang akan ditanami kelapa sawit
sesuai dengan jarak tanam yang dipakai. Ajir harus tepat letaknya, sehingga
lurus bila dilihat dari segala arah, kecuali di daerah teras dan kontur. Sistem
jarak penanaman yang digunakan adalah segitiga sama sisi, dengan jarak 9x9x9 m.
Dengan sistem segi tiga sama sisi ini, pada arah Utara – Selatan tanaman berjarak
8,82 m dan jarak untuk setiap tanaman adalah 9 m, jumlah tanaman 143 pohon/ha.
Pembuatan
Lubang Tanam
Lubang
tanam dibuat beberapa hari sebelum menanam. Ukurannya adalah 50x40x40 cm. Pada
waktu menggali lubang, tanah bagian atas dan bawah dipisahkan, masingmasing di
sebelah Utara dan Selatan lubang.
Cara
Penanaman
Penanaman
dilakukan pada awal musim hujan, setelah hujan turun dengan teratur. Adapun
tahapan penanaman
1. Letakkan
bibit yang berasal dari polibag di masing-masing lubang tanam yang sudah
dibuat.
2. Siram bibit yang ada pada polybag sehari
sebelum ditanam agar kelembaban tanah dan persediaan air cukup untuk bibit.
3. Sebelum penanaman dilakukan pemupukan dasar
lubang tanam dengan menaburkan secara merata pupuk fosfat seperti Agrophos dan Rock
Phosphate sebanyak 250 gr/lubang.
4. Buat
keratan vertikal pada sisi polybag dan lepaskan polybag dari bibit dengan
hati-hati, kemudian dimasukkan ke dalam lubang.
5. Timbun
bibit dengan tanah galian bagian atas (top soil) dengan memasukkan tanah ke
sekeliling bibit secara berangsur-angsur dan padatkan dengan tangan agar bibit dapat
berdiri tegak.
6. Penanaman bibit harus diatur sedemikian rupa
sehingga permukaan tanah polybag sama ratanya dengan permukaan lubang yang
selesai ditimbun, dengan demikian bila hujan, lubang tidak akan tergenang air.
7. Pemberian mulsa sekitar tempat tanam bibit
sangat dianjurkan
Pemeliharaan Tanaman
Pemeliharaan
tanaman meliputi penyulaman, penanaman tanaman penutup tanah, membentuk
piringan (bokoran), pemupukan, dan pemangkasan daun.
Penyulaman
Penyulaman
dilakukan untuk mengganti tanaman yang mati atau tumbuh kurang baik. Penyulaman
yang baik dilakukan pada musim hujan. Bibit yang digunakan harus seumur dengan
tanaman yang disulam yaitu berkisar 10-14 bulan. Banyaknya sulaman sekitar 3-5%
setiap hektarnya.
Cara
penyulaman sama dengan cara menanam bibit. Penanaman Tanaman Penutup Tanah
Penanaman tanaman kacang-kacangan penutup tanah (LCC) pada areal tanaman kelapa
sawit sangat penting karena dapat memperbaiki sifat-sifat fisika, kimia dan
biologi tanah, mencegah erosi dan mempertahankan kelembaban tanah, menekan
pertumbuhan gulma. Penanaman tanaman kacangkacangan sebaiknya dilaksanakan
segera setelah persiapan lahan selesai. Jenis-jenis tanaman kacang-kacangan
yang umum di perkebunan kelapa sawit adalah Centrosema pubescens, Colopogonium
mucunoides dan Pueraria javanica. Biasanya penanaman tanaman kacangan ini
dilakukan tercampur (tidak hanya satu jenis).
Membentuk Piringan
(Bokoran)
Piringan
di sekitar tanaman kelapa sawit harus tetap bersih. Oleh karena itu tanah di
sekitar pokok dengan jari-jari 1-2 m dari tanaman harus selalu bersih dan gulma
yang tumbuh harus dibabat, atau disemprot dengan herbisida.

Piringan kelapa sawit
Pemupukan
Jenis
pupuk yang diberikan adalah pupuk N, P, K, Mg dan B (Urea, TSP, KCl, Kiserit
dan Borax). Pemupukan tambahan dengan pupuk Borax pada tanaman muda sangat
penting, karena kekurangan Borax (Boron deficiency) yang berat dapat mematikan
tanaman kelapa sawit. Dosis pupuk yang digunakan disesuaikan dengan umur
tanaman atau sesuai dengan anjuran Balai Penelitian Kelapa Sawit.
Tabel
1. Dosis pemupukan pada tanaman kelapa sawit yang sudah menghasilkan
Jenis
pupuk
|
Dosis
(kg/ph/th)
|
Keterangan
|
Urea
KCl
Kiselit
SP-36
Borax
|
2,0-2,5
2,5-3,0
1,0-1,5
0,75-1,0
0,05-0,01
|
diberikan 2x aplikasi
diberikan 2x aplikasi
diberikan 2x aplikasi
diberikan 2x aplikasi
diberikan 2x aplikasi
|
Pupuk
N ditaburkan merata mulai jarak 50 cm dari pokoksampai di pinggir luar
piringan. Pupuk P, K dan Mg harus ditaburkan merata pada jarak 1-3 m dari
pokok. Pupuk B ditaburkan merata pada jarak 30-50 cm dari pokok. Waktu pemberian
pupuk sebaiknya dilaksanakan pada awal musim hujan (September-Oktober), untuk
pemupukan yang pertama dan pada akhir musim hujan (Maret-April) untuk pemupukan
yang kedua. Untuk tanaman yang belum menghasilkan, yang berumur 0-3 tahun,
dosis pemupukan per pohon per tahunnya
Tabel
2. Dosis pemupukan pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan
Jenis
pupuk
|
Dosis
(kg/ph/th)
|
Keterangan
|
Urea
KCl
Kiselit
SP-36
Borax
|
0,40-0,60
0,20-0,50
0,10-0,20
0,25-0,30
0,02-
0,05
|
diberikan 2x aplikasi
diberikan 2x aplikasi
diberikan 2x aplikasi
diberikan 1x aplikasi
diberikan 2x aplikasi
|
Pupuk
N, P, K, Mg, B ditaburkan merata dalam piringan mulai jarak 20 cm dari pokok
sampai ujung tajuk daun. Waktu pemupukan sebaiknya dilaksanakan pada awal musim
hujan (September-Oktober), untuk pemupukan yang pertama dan pada akhir musim
hujan (Maret-April) untuk pemupukan yang kedua.
Pemangkasan
Daun
Pemangkasan
daun bertujuan untuk memperoleh pohon yang bersih dengan jumlah daun yang
optimal dalam satu pohon serta memudahkan pamanenan. Memangkas daun
dilaksanakan sesuai dengan umur/tingkat pertumbuhan tanaman. Macam-macam
pemangkasan:
1. Pemangkasan
pasir, yaitu pemangkasan yang dilakukan terhadap tanaman yang berumur 16-20
bulan dengan maksud untuk membuang daun-daun kering dan buahbuah pertama yang
busuk. Alat yang digunakan adalah jenis linggis bermata lebar dan tajam yang
disebut dodos.
2. Pemangkasan produksi, yaitu pemangkasan yang dilakukan
pada umur 20-28 bulan dengan memotong daun-daun tertentu sebagai persiapan
pelaksanaan panen. Daun yang dipangkas adalah songgo dua (yaitu daun yang tumbuhnya
saling menumpuk satu sama lain), juga buah. buah yang busuk. Alat yang
digunakan adalah dodos seperti pada pemangkasan pasir.
3. Pemangkasan
pemeliharaan, adalah pemangkasan yang dilakukan setelah tanaman berproduksi
dengan maksud membuang daun-daun songgo dua sehingga setiap saat pada pokok
hanya terdapat daun sejumlah 28-54 helai. Sisa daun pada pemangkasan ini harus
sependek nmungkin, agar tidak mengganggu kegiatan panen.
Pengendalian Gulma
Pengendalian
gulma bertujuan untuk menghindari terjadinya persaingan antara tanaman kelapa
sawit dengan gulma dalam pemanfaatan unsur hara, air dan cahaya. Selain itu
pengendalian gulma juga bertujuan untuk mempermudah kegiatan panen.
Contoh
gulma yang dominan di areal pertanaman kelapa sawit adalah Imperata cylindrica,
Mikania micrantha, Cyperus rotundus, Otochloa nodosa, Melostoma malabatricum,
Lantana camara, Gleichenia linearis dan sebagainya. Pengendalian gulma
dilakukan dengan cara
penyiangan
di piringan (circle weeding), penyiangan gulma yang tumbuh di antara tanaman
LCC, membabat atau membongkar gulma berkayu dan kegiatan buru lalang (wiping).
Pengendalian Hama dan Penyakit
Tanaman
kelapa sawit tergolong tanaman kuat. Walaupun begitu tanaman ini juga tidak
luput dari serangan hama dan penyakit, baik yang kurang membahayakan maupun
yang membahayakan. Sebagian besar hama yang menyerang adalah golongan insekta
atau serangga. Sedangkan penyakit yang menyerang tanaman sawit
umumnya
disebabkan oleh jamur, bakteri dan virus.
Jenis-jenis
Hama
Tungau
Penyebab:
Tungau merah (Oligonychus). Bagian diserang adalah daun.
Gejala:
Daun menjadi mengkilap dan berwarna kecoklatan.
Pengendalian:
Penyemprotan dengan akarisida yang berbahan aktif tetradion 75,2 gr/lt (Tedion
75 EC) disemprotkan dengan konsentrasi 0,1-0,2%.
Ulat
Setora
Penyebab:
Setora nitens. Bagian yang diserang adalah daun. Gejala: daun dimakan
sehingga tersisa lidinya saja. Pengendalian: Penyemprotan dengan Pestona.
Nematoda
Penyebab:
Nematoda Rhadinaphelenchus cocophilus. Hama ini menyerang akar tanaman
kelapa sawit.
Gejala:
Daun-daun muda yang akan membuka menjadi tergulung dan tumbuh tegak.
Selanjutnya daun berubah warna menjadi kuning dan mengering. Tandan bunga membusuk
dan tidak membuka, sehingga tidak menghasilkan buah.
Pengendalian:
Tanaman yang terserang diracun dengan natrium arsenit. Untuk memberantas sumber
infeksi, setelah tanaman mati atau kering dibongkar lalu dibakar.
Kumbang
Penyebab:
Oryctes rhinoceros. Serangan hama ini cukup membahayakan jika
terjadi pada tanaman muda, sebab jika sampai mengenai titik tumbuhnya
menyebabkan penyakit busuk dan mengakibatkan kematian.
Pengendalian:
Menjaga kebersihan kebun, terutama di sekitar tanaman. Sampah-sampah dan pohon
yang mati dibakar, agar larva hama mati. Pengendalian secara biologi dengan
menggunakan jamur Metharrizium anisopliae dan virus Baculovirus
oryctes.
Penggerek
Tandan Buah
Penyebab:
Ngengat Tirathaba mundella. Hama ini meletakkan telurnya pada tandan
buah, dan setelah menetas larvanya (ulat) akan melubangi buah kelapa sawit. Pengedalian:
Semprot dengan insetisida yang mengadung bahan aktif triklorfom 707 gr/lt atau
endosulfan 350 gr/lt,
Ulat
Api
Penyebab:
Setora nitens, Darna trima dan Ploneta diducta. Hama
pemakan daun.
Gejala:
Helaian daun berlubang atau habis sama sekali sehingga hanya tinggal tulang
daunnya. Gejala ini dimulai dari daun bagian bawah.
Pengendalian:
Semprot dengan insektisida berbahan aktif triazofos 242 gr/lt karbaril 85 %,
dan klorpirifos 25 ULV.
Penyakit
Root
Blast
Penyebab:
Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp. Yang menyerang bagian
akar.
Gejala:
bibit di persemaian mati mendadak, tanaman dewasa layu dan mati, terjadi
pembusukan akar.
Pengendalian:
pembuatan persemaian yang baik, pemberian air irigasi di musim kemarau,
penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan. Pencegahan dengan pengunaan
Natural GLIO
Garis Kuning
Penyebab:
Fusarium oxysporum yang menyerang bagian daun.
Gejala:
bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun, daun mengering.
Pengendalian:
inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda. Pencegahan dengan penggunaan
Natural GLIO semenjak awal.
Dry Basal Rot
Penyebab:
Ceratocyctis paradoxa yang menyerang bagian batang.
Gejala:
pelepah mudah patah, daun membusuk dan kering; daun muda mati dan kering.
Pengendalian:
adalah dengan menanam bibit yang telah diinokulasi penyakit.
Bud Rot
Penyebab:
bakteri Erwinia. Penyakit ini sering berkaitan erat dengan serangan hama
kumbang (Oryctes rhinoceros).
Setelah hama menyerang titik tumbuh, kemudian dilanjutkan dengan
serangan penyakit ini yang menrupakan serangan sekunder.
Gejala:
kuncup yang di tengah membusuk sehingga mudah dicabut dan berbau busuk.
Akibatnya tanaman akan mati dan jika tetap hidup daun tumbuh tidak normal,
kerdil
dam kurus.
Pengendalian:
belum ada cara efektif yang ditemukan dalam pemberantasan penyakit ini. Untuk
pencegahannya yaitu menjaga kebersihan (sanitasi) kebun terutama di
sekitar
tanaman.
Catatan:
Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum bisa
mengatasi, dapat dipergunakan pestisida kimia yangdianjurkan. Agar penyemprotan
pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan, tambahkan
perekat perata AERO 810, dosis ± 5 ml (1/2 tutup)/tangki.
KESIMPULAN
·
Teknik penanaman kelapa
sawit meliputi : penentuan pola tanam, pengajiran dan pembuatan lobang tanam.
·
Pemupukan bertujuan
untuk memberikan unsure hara terhadap tanaman agar dapat berproduksi secara
maksimal.
·
Pengendalian hama
penyakit dan gulma bertujuan agar tanaman dapat tumbuh sehat dan dapat
berproduksi secara optimal
·
Kelapa sawit akan
tumbuh baik apabila dilakukan perawatan yang optimal.














