Kamis, 25 Desember 2014

Faktor Penghambat inovasi pertanian

Kendala yang dihadapi petani khususnya di Indonesia adalah kendala biaya. Biaya produksi petani menjadi semakin tinggi ketika biaya-biaya inovasi yang selama ini sudah digunakan juga meningkat, seperti semakin mahalnya harga pupuk dan pestisida. Atau tidak terjangkaunya harga-harga mesin pertanian guna mempermudah dan mempercepat produksi pertanian.
Survei ini semakin memperkuat data dari BPS bahwa pada tahun 2007 jumlah penduduk miskin tercatat 3,2 juta jiwa. Sekitar 63,4% dari jumlah tersebut berada di perdesaan dengan mata pencaharian utama di sektor pertanian dan 80% berada pada skala usaha mikro yang memiliki luas lahan lebih kecil dari 0,3 hektar. Inovasi yang sudah ada banyak terhambat dalam masalah faktor biaya.
Petani yang disurvei menjawab kendala biaya sebanyak 62% dan hambatan akses informasi sebanyak 13%. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi yang ada selama ini masih dirasakan mahal dan infromasi mengenai inovasi-inovasi baru sulit mereka dapatkan. Solusi parkatisnya adalah memperlancar arus infromasi yaitu dengan pemberdayaan kembali penyuluh sebagi ujung tombak pemerintah di dalam menyebarluaskan informasi dan inovasi serta memberikan bantuan permodalan bagi petani.
Program-program Departemen Pertanian yang salah satunya Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) merupakan bentuk fasilitasi bantuan modal usaha untuk petani. Kendala biaya tidak terlepas dari masalah perekonomian secara makro. Untuk melakukan inovasi yang sudah ada petani membutuhkan biaya yang cukup tinggi, sehingga salah satu solusinya adalah dengan program kelompok tani. Departemen Pertanian banyak memberikan bantuan baik modal usaha maupun mesin-mesin pertanian yang dikelola oleh kelompok tani. Program-program tersebut diharapkan mampu mengatasi kendala-kendala yang dihadapi petani seperti kendala biaya dan akses informasi dalam aplikasi inovasi dan mengembangkan inovasi-inovasi baru.
Sebagus apapun inovasi yang ada jika tidak ditunjang dengan kemampuan finansial petani maka inovasi tersebut akan sulit untuk diaplikasikan. Namun, inovasi seperti alat traktor dan mesin panen sudah banyak diterapkan meskipun kepemilikan alat masih secara berkelompok.Sedangkan inovasi di bidang irigasi dan panen, terkendala kepada permodalan dan faktor sosial. Pompa air terasa penting bagi petani ketika iklim yang tidak menentu akibat perubahan iklim global dan terjadinya kekeringan akibat tidak ada hujan. Dan harga pompa air belum terjangkau oleh petani kecuali dengan cara membeli secara berkelompok atau iuran. Mesin panen seperti perontok padi, sudah banyak digunakan oleh kalangan petani. Namun demikian kendala sosial seperti mengurangi tenaga kerja akibat penggunaan mesin panen menjadikan para petani belum menggunakan mesin panen secara massal.