Sabtu, 26 Mei 2012

475 Siswa Tidak Lulus UN di ACEH


Banda Aceh – Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA/sederajat di Provinsi Aceh mencapai 99,22 persen atau terjadi peningkatan dari UN tahun-tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah pelaksanaan UN tahun 2012 di Aceh, khususnya tingkat SMA/sederajat lebih baik, dan kelulusan siswa juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Bachtiar Ishak di Banda Aceh, hari ini.
Bachtiar menerangkan, UN tingkat SMA, MA, SMK dan SMALB di Aceh diikuti peserta 66.812 orang. 475 siswa tidak lulus ujian atau sekitar 1,88 persen. Sementara tingkat kelulusan UN SMA/sederajat tahun 2011 mencapai 99,13 persen dari total peserta sebanyak 81.294 orang siswa di 23 kabupaten dan kota di provinsi berpenduduk sekitar 4,6 juta jiwa tersebut.
Sedangkan UN 2010 untuk SMA/sederajat, tingkat kelulusan siswa sebesar 98, 93 persen dari total pesertanya mencapai 82.008 orang atau yang tidak lulus 714 siswa. “Artinya, tingkat kelulusan UN SMA/sederajat di Aceh akan terus lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sepanjang tiga tahun terakhir,” kata Bachtiar menambahkan.
Ia menjelaskan, meningkatnya kelulusan siswa pada UN 2012 itu juga tidak terlepas dari sosialisasi ke sekolah-sekolah yang dilakukan pemerintah, selain upaya penambahan jam belajar, khususnya terhadap mata pelajaran UN. “Kesiapan siswa dalam menghadapi ujian (UN) serta kepedulian masyarakat khususnya para orang tua terhadap pentingnya pendidikan anak di Aceh juga mulai menunjukkan peningkatan dalam kurun beberapa tahun terakhir,” katanya.
Sementara itu, sekretaris pengawas UN dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam Banda Aceh, Yusrizal juga mengatakan pelaksanaan UN 2012 berjalan lancar dan lebih baik dibandingkan sebelumnya. “Pengawasan terhadap UN itu telah kami lakukan mulai dari tahapan, distribusi soal sampai dengan pelaksanaan serta penilaian. Semuanya kita lakukan dengan ketat sehingga mustahil terjadi kebocoran lembaran soal,” kata dia menjelaskan. (waspada)

Jumat, 25 Mei 2012

Cara agar Blog terdeteksi Google


hai sob apa kabar, sore ini saya mau berbagi, setelah sharing dengan beberapan temen blogger ternyata ada rahasianya agar bisa cepat terdeteksi oleh google, tentu semua inginkan agar blog kita terdeteksi oleh google. nah ini dia caranya.
  1. Klik http://google.com/addurl
  2. Login ke Blog kamu
  3. Klik lanjut
  4. masukkan alamat Blog dan kode pengamannya 
  5. Klik Ok.
tunggu beberapa hari, jika langkah yang anda lakukan benar maka blog anda dalam beberapa hari sudah terindek google.

terima kasih

Sejarah



Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, artinya bahwa untuk menjadikan negara yang kuat yaitu dengan cara menghargai peningggalan para pahlawan. banyak orang sinis tentang sejarah, namun jika tidak ada sejarah masa lalu mungkin tidak akan senyaman sekarang ini. jika tidak ada Alexander graham bell mungkin telepon tidak akan pernah ada. 


Guna Sejarah
Secara umum guna sejarah atau manfaat mempelajari sejarah dapat dikemukakan sebagai berikut:
1.Guna edukatif
Sejarah bisa memberikan kearifan dan kebijaksanaan (make man wise) bagi yang mempelajarinya. Dengan belajar sejarah orang akan senantiasa berdialog antara masa kini dan masa lampau. Mencari hubungan antara waktu sekarang dengan lampau, sehingga ia bisa memperoleh nilai-nilai penting yang berguna bagi kehidupannya. Nilai-nilai berupa ide-ide maupun konsep kreatif sebagai sumber motivasi bagi pemecahan masalah kini dan selanjutnya untuk merealisasikan harapan masa yang akan datang. Bahwa hanya apabila kita bisa memperoyeksikan masa lampau ke masa kinilah kita bisa berbicara tentang arti dan makna edukatif dari sejarah, sebab dalam kemasakinianlah masa lampau itu baru merupakan “masa lampau yang penuh arti” (the meaningfull past) bukan “masa lampau yang mati” (the dead past). 

2.Guna inspiratif
Belajar sejarah disamping akan diperoleh ide-ide atau konsep-konsep kreatif yang berguna bagi pemecahan masalah masa kini, juga penting untuk memperoleh inspirasi dan semangat bagi mewujudkan identitas sebagai suatu bangsa, semangat nasionalisme maupun dalam upaya menumbuhkan harga diri bangsa.

3.Guna rekreatif
Guna rekreatif disini merujuk pada nilai estetik dari sejarah, terutama sejarah yang berkaitan dengan cerita-cerita indah tentang peristiwa sejarah ataupun tokoh. Dengan membaca sejarah seseorang akan bisa menerobos batas waktu dan tempat menuju masa lalu yang jauh sekalipun untuk mengikuti berbagai peristiwa manusia di dunia. 

4.Guna instruktif 
Guna instruktif sejarah berkaitan dengan fungsi sejarah dalam menunjang bidang-bidang teknologi (sejarah teknologi), dalam artian bahwa studi atau hasil penelitian sejarah yang menyangkut penemuan-penemuan teknik sepanjang sejarah kehidupan manusia, dimana sejarah masing-masing penemuan tersebut diperlukan bagi usaha menjelaskan prinsip-prinsip kerja teknik-teknik tertentu dalam masa setelahnya. Dikaitkan dengan bidang hukum misalnya, salah satu acuan dalam penentuan hukum atas suatu masalah diantaranya banyak yang didasarkan pada kebiasaan masa lalu. Artinya penyelesaian atas peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu dipakai sebagai rujukan hakim dalam memutuskan suatu perkara. Ini biasanya dipakai dalam menyelesaikan sengketa internasional.

Biografi syekh Abdul Rauf Al-singkili

Inilah ulama besar yang ikut mewarnai sejarah mistik Islam di nusantara. Namanya Sheikh Abdur Rauf Singkili, terkadang ditulis Abdur Al-Ra'uf Al-Sinkili. Mistik Islam itu ia ajarkan melalui Tarekat Syattariyah.

Tarekat Syatariyah sendiri mulai muncul di India pada abad 15. Nama Syattariyah dinisbahkan kepada tokoh yang mempopulerkan dan berjasa mengembangkannya, yaitu Abdullah Al-Syattar.

Tarekat Syattariyah pernah menduduki posisi penting lantaran tarekat ini merupakan salah satu tarekat yang besar pengaruhnya di dunia Islam. Di Indonesia, tarekat ini lalu dikembangkan oleh Sheikh Singkel.

Dilahirkan di surau, Aceh, pada 1024 H/1615 M, nenek moyang Sheikh Singkel berasal dari Persia yang datang ke Kesultanan Samudera Pasai pada akhir abad ke-13. Nama Singkel dinisbakah pada daerah kelahirannya itu.

Beberapa literatur menyebutkan, ayah Singkel adalah kakak laki-laki dari Hamzah Al-Fansuri, kendati tidak cukup bukti yang meyakinkan bahwa ia adalah keponakan Al-Fansuri. Nama yang terakhir ini merupakan seorang ulama yang juga filsuf yang terkenal dengan pantheismenya.

Namun, ada pula yang menyatakan bahwa ayah Singkel, yakni Syeikh 'Ali adalah seorang Arab yang telah mengawini wanita setempat dari Fansur (Barus), sebuah kota pelabuhan tua di Sumatera Barat. Keluarga itu lantas menetap di sana.

Pendidikan pertama Singkel didapatkan di tempat kelahirannya, Singkel, terutama dari ayahnya yang merupakan seorang alim. Ayahnya juga mempunyai pesantren. Singkel pun menimba ilmu di Fansur, karena ketika itu negeri ini menjadi salah satu pusat Islam penting di nusantara serta merupakan titik hubung antara orang Melayu dan kaum Muslim dari Asia Barat dan Asia Selatan. Beberapa tahun kemudian, Singkel berangkat ke Banda Aceh, ibukota kesultanan Aceh dan belajar kepada Syams al-Din al-Samatrani, seorang ulama pengusung doktrin Wujudiyyah.

Sejarah perjalanan karier Singkel diawali saat dia menginjakkan kaki di jazirah Arab pada 1052 H/1642 M. Tercacat ada sekitar 19 guru yang pernah mengajarinya dengan berbagai disiplin ilmu Islam di samping sebanyak 27 ulama terkemuka lainnya.

Tempat belajarnya tersebar di sejumlah kota yang berada di sepanjang rute haji, mulai dari Dhuha (Doha) di wilayah Teluk Persia, Yaman, Jeddah, Makkah serta Madinah. Studi keislamannya dimulai di Doha, Qatar, dengan berguru pada seorang ulama besar, Abd Al-Qadir al Mawrir.

Ketika di Yaman, Singkel belajar di sebuah kota bernama Bayt al-Faqih yakni dengan keluarga Ja'man. Beberapa anggota keluarga ini terkenal sebagai ahli sufi dan ulama terkemuka, antara lain Ibrahim Muhammad Ja'man serta Faqih al-Thayyib Abi al-Qasim Ja'man. Sebagian ulama Ja'man adalah juga murid-murid dari Ahmad Al-Qusyasyi dan Ibrahim al-Kurani.

Guru paling berpengaruh terhadap pemahaman keagamaan Singkel adalah Ibrahim Abdullah Ja'man, seorang muhaddits dan faqih. Di samping itu dia juga seorang pemberi fatwa yang produktif. Seperti diuraikan Dr Azyumardi Azra dalam buku Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII, sebagian besar waktu Singkel dihabiskan untuk mempelajari ilm al-zhahir (pengetahuan eksoteris) seperti fiqih, hadits dan subyek lain yang terkait. Sementara guru Singkel yang lain, yakni Ishaq Muhammad Ja'man, terkenal sebagai muhaddits dan faqih di Bayt al-Faqih.

Ketika belajar di Zabid, Singkel banyak menimba ilmu kepada Abd Al-Rahim al-Shiddiq Al-Khash, Amin Al-Shiddiq al-Mizjaji dan Abd Allag Muhammad Al-Adani. Sejumlah ulama Yaman semisal Abd Fatah Al-Khash, Sayyid al-Thahit Al-Maqassari, Qadhi Muhammad Abi Bakr Muthayr dan Ahmad Abu Al-Abbas al-Muthayr juga banyak berhubungan dengan Singkel.

Sesuai urutan rute haji, diketahui kemudian bahwa Singkel menyinggahi kota Jeddah di Saudi Arabia dimana dia belajar dengan muftinya Abd Al-Qadir Al-Bharkali. Selanjutnya di Makkah, Singkel belajar dengan Badr Al-Din al-Luhuri dan Abd Allah Al-Luhuri. Guru Singkel terpenting di Makkah adalah Ali Abd Al-Qadir.

Singkel juga menjalin hubungan dengan beberapa ulama terkemuka di Makkah. Antara lain Isa al-Maghribi, Abd Al-Aziz Al-Zamzani, Taj Al-din Ibn Ya'qub, Ala' Al-Din Al-Babili, Zayn Al-Abidin Al-Thabari, Ali Jamal Al-Makki dan Abd Allah Sa'id Ba Qasyir al-Makki. Dari banyak ulama inilah yang akhirnya menjadi bagian dari jaringan Singkel dalam upayanya menyebarkan pembaruan dan pengetahuan Islam di nusantara.

Perjalananan akhir Singkel adalah di Madinah sekaligus menyelesaikan pelajarannya. Di kota tersebut, dia belajar dengan dua orang ulama penting, Ahmad Al-Qusyasyi dan khalifahnya Ibrahim al-Kurani. Dari Al-Qusyasyi dia mempelajari ilmu-ilmu dalam (ilm al bathin) yakni tasawuf dan ilmu terkait lainnya. Oleh gurunya itu, Singkel lantas ditunjuk sebagai khalifah Syathariyyah dan Qadiriyyah. Ini sekaligus menandai selesainya pelajaran dalam jalan mistis.

Ibrahim Al-Kurani banyak menanamkan pelajaran secara intelektual kepada Singkel. Pelajaran yang tidak hanya menyangkut pemikiran melainkan pada tingkah laku pribadi dan ilmu pengetahuan tentang pemahaman intelektual Islam bukannya pengetahuan spiritual atau mistis.

Kedua ulama tersebut menjadi sentral dalam pencarian pengetahuan religi spiritual Singkel. Bahkan tak berlebihan jika al-Qusyasyi telah dianggap sebagai guru spiritual dan mistis Singkel sementara Al-Kurani menjadi guru intelektualnya.

Kualitas intelektual Singkel tak perlu diragukan lagi berkat didikan para ulama terkemuka saat itu. Pengetahuannya bisa dibilang sangat lengkap. Mulai dari syariat, fiqih, hadist, disiplin ilmu ekosoteris hingga kalam dan tasawuf.

Karier mengajarnya dimulai di Haramayn (Mekah dan Madinah). Hal ini dinilai Azyumardi Azra tidak mengherankan mengingat menjelang datang ke Makkah dan Madinah, Singkel telah mempunyai pengetahuan memadai untuk disampaikan kepada kaum muslim di Melayu-Indonesia. Selama 19 tahun dia belajar di tanah Arab. Merasa sudah cukup menggali ilmu dari banyak ulama, Singkel memutuskan kembali ke nusantara.

Ia kembali ke Aceh sekitar tahun 1083 H/1662 M dan mengajarkan serta mengembangkan tarekat Syattariah yang diperolehnya di Arab. Murid yang berguru kepadanya makin bertambah banyak dan bukan hanya berasal dari sekitar wilayah Aceh saja tapi seantero nusantara. Tak sedikit di antara murid-muridnya tadi menjadi ulama terkenal seperti Syeikh Burhanuddin dari Ulakan (Pariaman, Sumbar), Abd Al-Muhnyi dari Jawa Barat serta Dawud Al-Jawi Al-Fansuri Ismail Agha Mushthafa Agha 'Ali Al-Rumi asal Turki.

Karena pengetahuannya yang luas itu, maka Sultanah Shafiyyat Al-Din menunjuk Singkel menjadi Qadhi Malik Al-'Adil atau mufti yang bertanggungjawab terhadap administrasi masalah keagamaan di kesultanan Aceh. Dengan dukungan sultanah, Singkel berhasil menghapus ajaran Salik Buta, tarekat yang sudah ada sebelumnya.

Aceh ketika itu masih diramaikan pertentangan antara penganut doktrin Wujudiyyah dan Nuruddin Al-Raniri. Namun tidak ada sumber yang menyebutkan bahwa Singkel pernah bertemu dengan Al-Raniri sekitar periode 1047 H/1637 M dan 1054 H/1644-45 M. Kendati demikian, Singkel berusaha melepaskan diri dari kontroversi dua paham tersebut.

Singkel meninggal tahun 1105 H/1693 M. Dia dimakamkan di dekat kuala atau mulut sungai Aceh. Tempat tersebut juga menjadi kuburan untuk istri-istrinya, murid kesayangannya Dawud Al-Rumi dan murid-murid lainnya. Di kemudian hari, ia dikenal dengan nama Tengku Syech Kuala yang namanya diabadikan pada perguruan tinggi di Banda Aceh yakni Universitas Syiah Kuala. Singkel pun dikenal sebagai Wali Tanah Aceh. Makamnya hingga kini ramai dikunjungi para peziarah.

Singkel Dalam Karya
Sepanjang hidupnya, tercatat Singkel sudah mengggarap sekitar 21 karya tulis, terdiri dari 1 kitab tafsir, 2 kitab hadits, 3 kitab fiqih dan selebihnya kitab ilmu tasawuf. Bahkan tercatat kitab tafsirnya berjudul Turjuman al-Mustafid(Terjemah Pemberi Faedah) adalah kitab tafsir pertama yang dihasilkan di Indonesia dan berbahasa Melayu.

Dia juga menulis sebuah kitab fiqih berjudul Mi'rat at-Tullab fi Tahsil Ahkam asy-Syari'yyah li al Malik al-Wahhab (Cermin bagi Penuntut Ilmu Fiqih pada Memudahkan Mengenal Hukum Syara' Allah) yang ditulis atas perintah Sultanah. Sementara di bidang tasawuf, karyanya yakni Umdat al-Muhtajin(Tiang Orang-Orang yang Memerlukan), Kifayat al-Muhtajin (Pencukup Para Pengemban Hajat), Daqaiq al-Huruf (Detail-Detail Huruf) serta Bayan Tajalli(Keterangan Tentang Tajali).

Namun, di antara sekian banyak karyanya, terdapat salah satu yang dianggap penting bagi kemajuan Islam di nusantara yaitu kitab tafsir berjudul Tarjuman al-Mustafid. Ditulis ketika Singkel masih berada di Aceh, kitab ini telah beredar luas di kawasan Melayu-Indonesia bahkan hingga ke luar negeri. Diyakini oleh banyak kalangan, tafsir ini telah banyak memberikan petunjuk sejarah keilmuan Islam di Melayu. Di samping pula kitab tersebut berhasil memberikan sumbangan berharga bagi telaah tafsir al-quran dan memajukan pemahaman lebih baik terhadap ajaran-ajaran Islam.

Pada bagian lain, pendapat Singkel terhadap paham wahdadul wujuddipaparkannya dalam karya Bayyan Tajali. Karya ini juga merupakan usahanya untuk merumuskan keyakinan pada ajaran Islam. Dia berujar bahwa betapapun yakin seorang hamba kepada Allah, khalik dan mahluk tetap memiliki arti tersendiri.

Update

Akan segera di update..........!!!
untuk melihat isi dalam blog lihat di arsip
Terima kasih

Beasiswa Dikti

Banyak sekali info beasiswa dari dikti,  beasiswa dalam dan luar negri.  untuk lebih lengkanya cek di http://www.dikti.go.id

Beasiswa Djarum 2012


Persyaratan untuk menjadi penerima Djarum Beasiswa Plus Tahun 2012/2013


  • UMUM :
    1. Sedang menempuh Tingkat Pendidikan Strata 1 (S1) pada semester IV dari semua disiplin ilmu.
    2. IPK minimum 3.00 pada semester III.
    3. Dapat mempertahankan IPK minimum 3.00 hingga akhir semester IV.
    4. Aktif mengikuti kegiatan organisasi baik di dalam maupun di luar Kampus.
    5. Tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain

  • ADMINISTRASI :
    1. Mengisi Form Pendaftaran yang tersedia di Bagian Kemahasiswaan di Kampus masing-masing, atau download di website ini
    2. Fotocopy Kartu Hasil Studi semester III.
    3. Fotocopy sertifikat kegiatan organisasi/surat keterangan aktif berorganisasi.
    4. Surat keterangan dari Kampus tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain.
    5. Satu lembar foto ukuran 4 x 6 cm berwarna memakai jas almamater.

  • TES SELEKSI :  
  • Tes Potensi Akademik (TPA)  dan  Wawancara.
  •  
  • VERIFIKASI : Memastikan kandidat yang lolos tes seleksi dapat mempertahankan IPK minimum 3.00 pada akhir semester IV.
  •  
  • PENGUMUMAN :
    Dapat dilihat di website ini dan juga tersedia di Bagian Kemahasiswaan Kampus.  
  •  
  • Tanggal-tanggal Penting:
  •  
  • Pendaftaran1 April – 31 Mei 2012
    Seleksi1 Juni – 18 Juli 2012
    Verifikasi: 21 – 30 Agustus 2012
    Pengumuman31 Agustus 2012
    Periode Aktif1 September 2012 – 31 Agustus 2013
  • DOWNLOAD NOW