Tampilkan postingan dengan label subulussalam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label subulussalam. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Juni 2013

Beasiswa Pemko Subulussalam

PENGUMUMAN
Pemerintah Kota Subulussalam kembali menyediakan bantuan Biaya Pendidikan untuk mahasiswa Asal Kota Subulussalam yang menempuh pendidikan di BANDA ACEH dan ACEH BESAR, dengan ketentuan sebagai berikut :

  1.  Memiliki IPK minimal :

  •  Bagi mahasiswa semester I (satu) sampai dengan semester IV (empat) dengan IPK minimal 3,00.
  •   Bagi mahasiswa semester V (lima) ke atas tidak dipersyaratkan dengan IPK.  Selanjutnya, membuat permohonan secara perorangan kepada pengurus HPP-SHaF Subulussalam – Banda Aceh, dengan melampirkan dokumen dalam rangkap 2 [dua] dan/ (asli dan fotokopi) sebagai berikut :
·         Mengisi Formulir Aplikasi Beasiswa Download DI SINI
·         Untuk Informasi lebih lanjut bisa KLIK DI SINI
·         Fotokopi KTM;
·         Fotokopi KTP Warga Kota Subulussalam;
·         Fotokopi KK Warga Kota Subulussalam;
·         Surat Keterangan aktif kuliah semester berjalan dari pimpinan Fakultas (ASLI);
·         Fotokopi Transkrip Nilai/Kartu Hasil Studi (KHS) yang telah dilegalisasi oleh pihak berwenang, 
      semester berjalan tahun akademik 2012/2013;
·         Pasfoto berwarna ukuran 3 x 4 cm, 1 lembar;

3. Seluruh berkas dimasukkan ke dalam Map dengan ketentuan sebagai berikut:
·         Untuk mahasiswa semester 1-4 : menggunakan map berwarna MERAH
·         Untuk mahasiswa semester 5 ke atas : menggunakan map berwarna HIJAU
      dan antar langsung ke: Sekretariat HPP-SHaF: Jalan Rawa Sakti Barat, Lr. Rawa Sakti 1,              
      Jeulingke, No. 8, Samping Polda Aceh, Banda Aceh. 

Masa penyerahan Berkas dimulai dari tanggal 17 Juni – 07 Juli 2013.
CATATAN PENTING …!!

  1.      Apabila dalam batas waktu yang telah ditentukan berkas tidak dikumpulkan maka tidak akan   diperoses lagi.!
  2.  Dinas Pendidikan Tidak Menerima Berkas Beasiswa Apabila Tidak ada Rekomendasi dari HPP-SHaF.!
  3.  Berkas diantar langsung oleh mahasiswa yang bersangkutan ke Sekretariat HPP-SHaF.
  4. Berkas yang tidak lengkap tidak akan diproses, serta berkas menjadi dokumen HPP-SHaF Subulussalam – Banda Aceh. Keputusan Tim Seleksi Beasiswa bersifat final, mengikat dan tidak dapat diganggu gugat.!

Banda Aceh, 12 Juni 2013.
HPP-SHaF Subulussalam-Banda Aceh
Panitia

Minggu, 27 Mei 2012

Subulussalam Ingin kuatkan ketahanan pangan

   Subulussalam.  Ketahanan Pangan adalah salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi dan mewujudkan program pemerintah dalam menanggulangi dan mewujudkan program “Swasembada pangan”. Program ini harus di barengi beberapa terobosan, seperti pembangunan ini harus tepat guna, dalam arti harus memiliki teknik yang mapan, sesuai tufoksi lahan yang direncanakan dan juga harus memiliki perencanaan yang akurat, walaupun projek tersebut bertahap pengerjaannya. Objek sebuah projek harus benar-benar diteliti keperluannya dan para tenaga tekniknyapun harus mampu, mulai dari titik awal dan pada akhirnya projek tersebut jangan sia-sia, alias tak dapat difungsikan.

      Walikota Subulussalam M. Sakti Kombih, SH selalu mengatakan bahwa ketahanan pangan perlu di ciptakan disegala sektor, akan tetapi melihat semua hal ini banyak para Kadis yang kurang mendukung, sehingga adanya projek irigasi yang tak dapat difungsikan sampai saat ini, seperti pembangunan irigasi di desa Pegayo Kecamatan Simpang Kiri dan irigasi Lae Langge yang pengerjaannya diduga tak sesuai “bestek” dan akhirnya projek ini terkesan buang-buang uang / mubazir. Program demi program demi kemaslahatan masyarakat selalu direspon oleh Walikota, terbukti memang saat ini pembangunan di Kota Subulussalam telah giat-giatnya berjalan, seperti ifnrastruktur dan pembangunan lainnya, sehingga Kota Subulussalam telah tampil beda dari tahun sebelumnya. 

     Kota Subulussalam telah disulap dan saat ini Kota Subulussalam akan mampu menjadi Kota yang mandiri dan maju, dan dapat berpacu dalam pembangunan di segala sektor, agar nanti dapat bersaing dengan daerah-daerah yang lain. Akan tetapi “Koreksi” sangat perlu melihat apa-apa yang belum maksimal/gagal dan yang mana yang berjalan mulus, hal ini perlu dilakukan demi perbaikan kedepan. Diterima atau tidak di Kota ini yang sedang giat dalam pembangunan masih ada projek yang tak bisa difungsikan, dan ada juga projek yang sama sekali gagal, sehingga dalam hal ini perlu sebuah pelajaran darinya, perencanaan dan pengawasan harus tegas dan SKPK terkait harus ditopang kerjasama lintas sektoral yang baik, jangan terksan mengabaikan program Kepala Daerah. (Saran).