Tampilkan postingan dengan label beras. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label beras. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Oktober 2012

Impor semakin merajai

MedanBisnis –Medan. Ketua Desa Pimpinan Wilayah Serikat Petani Indonesia Sumatera Utara (Sumut), Wagimin mengatakan, sebagai negara agraris Indonesia dihadapkan kepada situasi yang menyedihkan. Memiliki lahan yang luas namun masih harus impor pangan dalam jumlah besar.
"Dari 2009 - 2011, total impor komoditas pangan naik dua kali lipat dari 7,7 juta ton menjadi 15,3 juta ton," katanya kepada MedanBisnis, Selasa (16/10) di Medan dalam Seminar Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-32, yang diselenggarakan di Aula Mess balai Besar Karantina Pertanian, Medan.

Dalam kasus gandum dan kedelai misalnya, ketergantungan Indonesia masih sangat besar dari impor. Namun kata dia, pemerintah mengatakan bahwa Indonesia masih aman dari krisis pangan dan mencanangkan program swasembada pangan meskipun di sisi lain impor beras masih saja terjadi.

"Sangat menyedihkan sebagai negara agraris tetapi masih saja harus impor komoditas pangan," katanya.

Dikatakannya, situasi yang dihadapi petani juga tidak kalah kompleksnya. Hingga saat ini banyak petani yang memiliki lahan pertanian kurang dari setengah hektare. Dengan luasan lahan yang sempit, petani akan sulit meningkatkan kesejahteraannya. Lebih dari itu, banyak petani yang mengalami konflik dengan perampasan lahan oleh pihak perkebunan.

Menurutnya, ketahanan pangan hanya bisa terwujud jika pembaharuan agraria dilaksanakan dengan serius. "Pembaruan agraria menjadi poin penting untuk mewujudkan kedaulatan pangan," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumut Setyo Purwadi mengatakan untuk mewujudkan ketahanan pangan harus mampu mengurangi ketergantungan bahan pangan dari impor.

Hal yang paling bijak adalah memulai menkonsumsi sumber pangan lokal dengan tidak kalah dalam sisi kualitas. “Dengan mengkonsumsi sumber pangan lokal, dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani,” jelas Purwadi. (dewantoro)
sumber.bisnis.com